ARIZONA International Language College (ILC) - Email: arizona.parepare@gmail.com

Minggu, 27 Februari 2011

Improving Speaking Ability Through English Meeting Club

0

Meeting berasal dari bahasa Inggris yang akar katanya yaitu meet  yang merupakan bentuk bare invinitive atau kata kerja murni yang berarti bertemu kemudian mendapat tambahan suffix ‘ing’ sehingga secara sederhana kata meeting ini berarti pertemuan atau rapat.
Secara khusus, meeting dapat diaplikasikan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Hal ini tidak terlepas dari tujuan meeting itu sendiri, yakni mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar, khususnya dalam English Spoken (Bahasa Tutur), sebagai contoh : suatu kelompok belajar mahasiswa matematika Jurusan Pendidikan Matematika ingin menguasai bahasa Inggris dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, maka masing-masing anggota dapat membuat janji untuk bertemu, semua aktivitas pada hari pertemuan dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi. Pada awalnya, hal ini tentu sangat sulit, tapi apabila sudah menguasai beberapa prinsip dasar percakapan dan ditunjang dengan kosakata yang memadai, tentu kesulitan itu akan mudah diatasi.
Hal ini didasari bahwa Spoken English didukung oleh faktor kebiasaan dalam menuturkan dan mendengarkan bahasa Inggris itu. Setelah terbiasa, maka jelaslah siapapun orangnya yang menuturkan akan mudah dimengerti dan dipahami. Tetapi jangalah terlalu bermimpi dapat menguasai percakapan bahasa Inggris bila tidak memiliki kemauan untuk mengucapkannya atau hanya dengan teori-teori tanpa mau mencoba untuk menuturkannya. Awalnya pasti akan terasa kaku, namun yakinlah : Lancar kaji bila diulang, segala sesuatu yang terus dilazimi akan menjadi kebiasaan. Begitu pula, belajar di masa muda bagaikan menjamur jerami di saat matahari sedang bersinar. Speak up! Speak up Brother! Don’t ever give up before trying!
A.      MODAL DASAR MENGIKUTI MEETING
1.       BOUNCE OFF (Mental)
Mental seorang pembelajar yang baru mempelajari percakapan dasar Bahasa Inggris biasanya rapuh, dalam artian dia terkadang malu bahkan takut salah dalam menuturkan bahasa. Padahal rasa malu yang tidak berasalan itu merupakan salah satu penghambat dalam menguasai percakapan bahasa Inggris. Dengan demikian keberanian untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Yakinlah bahwa keberanian di dalam menuturkan bahasa Inggris sambil terus menerus mempelajari kaidah-kaidahnya akan membantu Anda menguasai percakapan bahasa Inggris dalam waktu yang tidak lama.
2.       VOCABULARY (Kosakata)
Kosakata merupakan senjata yang tiada taranya, yang mesti diketahui oleh para pembelajar, khususnya para beginner. Tanpa memiliki kosakata yang banyak, mustahil kita bisa bercakap dengan baik. Maka dari itu, pembelajar dituntut untuk memiliki etos hafal yang tinggi. Untuk memiliki kosakata yang cukup, tentu harus didukung dengan kemampuan hafal yang baik. Namun demikian, terkadang apa yang sudah dihafal kemarin bisa dilupakan hari ini. pada dasarnya, metode menghafal seseorang tergantung pada diri pribadi. Suatu metode yang baik menurut seorang yang sudah mahir belum tentu baik bagi orang lain.

3.       TENSES (Bentuk Waktu)
Di samping kosakata, penguasaan struktur kata dalam bahasa Inggris tidak kalah pentingnya. Dalam hal ini, Majelis Ulama English (MUI) memiliki beberapa perbedaan padangan mengenai tenses (bentuk waktu), akan tetapi secara umum jumlah tenses yang lazim dalam bahasa Inggris ada enam belas.
4.       PRONUNCIATION (Pengucapan)
Pengucapan merupakan suatu langkah yang tak bisa diabaikan dalam mempelajari bahasa Inggris, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa pengucapan orang Indonesia tidak akan pernah sama dengan native speaker (penutur asli, orang BulE’ asli), akan tetapi tidak ada salahnya kita berusaha untuk mendekati unsur kesamaan itu. Kamus Oxford membantu kita mengucapkan kata dengan baik dan benar.
5.       STRESSING (Penekanan)
Pada point ini, trik khusus yang juga memiliki peranan penting dalam mempelajari bahasa Inggris. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bahasa Inggris memiliki perbendaharaan yang luar biasa dibanding dengan bahasa Indonesia. Terkadang ada kata yang sama namun maknanya berbeda. Perbedaan makna ditemukan pada penekanan,  karenanya perbedaan makna  tergantung pada perbedaan penekanan.
6.       GESTURE (Bahasa Tubuh)
Selain dari kelima dasar yang harus diperhatikan dalam mempelajari English Spoken, yakni : mental, kosakata, tenses, pengucapan dan penekanan, maka gesture juga merupakan langkah yang penting untuk diketahui. Terkadang kita bisa memahami maksud seseorang melalui bahasa tubuhnya, yang pastinya gerakan bahasa tubuh seseorang memiliki relevansi dengan kosakata yang diucapkannya.

Mr.Landax

0 komentar:

Posting Komentar

Banner Maker